Jumat, 26 Oktober 2012

Cinta Tidak Memerlukan Alasan


Resensi Novel Separuh Bintang



Judul : Separuh Bintang
Pengarang : Evline Kartika
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2009
Tebal buku : 320 halaman

Cinta itu nggak butuh alasan. Jika cinta membutuhkan alasan, ketika alas an itu hilang, cinta juga akan hilang bersamanya..
Lalu, ketika seseorang yang kita cintai itu menghilang, apakah kita juga harus hilang bersamanya?
Dunia seakan terbalik bagi Chiara. Dalam sekejap hidupnya yang penuh kebahagiaan berubah. Setelah tahu statusnya sebagai anak haram—yang menyebabkan ayahnya marah dan kabur dari rumah, ditambah meninggalnya ibu dan kakaknya—Chiara mengunci rapat-rapat sebagian dirinya.
Di tengah kesedihan dan keterpurukannya itu, Aldy, sahabat sejatinya sejak kanak-kanak, selalu setia menemaninya. Tapi, bisakah kesabaran dan ketulusan Aldy membuat Chiara bangkit lagi? Atau mungkin, perlu muncul kisah dan tokoh baru untuk memulai episode hidup Chiara yang selanjutnya? Who knows?
XXX
Menjadi sosok Ciya—Chiara—mungkin sangat menyedihkan. Ia harus kehilangan segalanya—ayah, ibu, dan kakaknya—di usianya yang masih sangat menyedihkan. Ia akhirnya memutuskan menerima tawaran Henry, pria baik hati teman lama mamanya, untuk menjadi anak angkatnya. Seketika itu juga kahidupannya berubah. Ia menjadi anak kaya raya dan bersekolah di sekolah elit. Berbeda dengan kehidupan sebelumnya.
Kehidupannya juga bertambah semarak dengan hadirnya Rico, anak Henry, yang begitu membencinya. Tinggal serumah dan berada di sekolah yang sama membuat Ciya kesal setengah mati. Si playboy itu selalu mengganggunya dan puncaknya, ia harus berpura-pura pacaran dengan Rico untuk mengelabui Jessica, mantan pacar Rico yang tak kenal lelah mengajaknya balikan.
Aldy, sahabat Ciya yang juga menyukai gadis itu merasa cemburu. Ia tak terima karena gadis yang sudah ditunggunya selama enam belas tahun, dekat dengan laki-laki lain. Apalagi, hanya Rico yang dapat mengembalikan senyum Ciya yang hanya dia berikan pada seseorang di masa lalunya. Aldy mulai berusaha untuk membuat Ciya melihatnya bukan sebagai teman. Mengingat dulu Ciya menyukai Aldy, tentunya mudah bagi Aldy untuk mendapatkan gadis itu. Tapi benarkah semudah itu?
Mulanya, Ciya tidak menyadari perasaannya pada Rico, begitu pula dengan Rico. Tapi semenjak kehadiran Aldy dan Sha-Sha—cinta pertama Rico—akankah mereka merelakan satu sama lain untuk bersama dengan cinta yang lain? Lalu siapakah Henry sebenarnya dan apa alasannya menjadikan Ciya sebagai anak angkatnya? Dan siapakah orang yang ada di masa lalu Ciya yang selalu membawa mimpi buruk baginya?
Novel karya Evline Kartika ini hampir secara keseluruhan menceritakan tentang kehidupan remaja. Dengan gaya bahasa khas remaja dan alur flashback, novel ini tidak terlalu sulit untuk dipahami. Melalui novel ini kita seperti diajak merasakan kesedihan Chiara ketika harus kehilangan orang-orang yang dicintainya dan kadang membuat kita tersenyum lebar dengan humor yang diselipkan di dalamnya.
Satu hal penting yang dapat kita petik dari novel ini adalah jangan berlarut-larut dengan masa lalu. Masa lalu memang tidak akan pernah bisa terhapus dari ingatan, entah itu indah maupun menyakitkan. Namun itu bukanlah alasan bagi kita untuk selalu terpuruk. Lebih baik jadikanlah masa lalu sebagai kenangan dan pelajaran berharga yang akan selalu menyertai hidup kita di manapun kita berada.
“Jangan hindari masa lalumu yang menyakitkan. Terimalah kenyataan yang telah terjadi. Angkat kepalamu dan tersenyumlah menatap masa depan. Dan kau akan tahu bahwa akan ada kisah yang indah untukmu.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar