Jumat, 28 Desember 2012


I have had dreams and I have had nightmares, but I have conquered my nightmares because of my dreams. 

-Jonas Salk-

Silence


Langit senja ini terlihat kelabu. Titik-titik air mulai membasahi rerumputan, menebarkan bau tanah basah yang khas. Hawa dingin terasa menusuk tulang. Kau merapatkan mantel cokelat kusam yang membungkus hampir seluruh tubuhmu. Disandarkannya tubuhmu di kursi kayu yang mulai rapuh, menikmati suara nyaring rinai hujan yang beradu dengan petir yang bersahutan.
Kau memandang jauh sungai berair jernih dengan arus yang tidak terlalu deras. Tapi, terlihat jelas pikiranmu tidak berada di sana. Kau bergeming tanpa memedulikan apa atau siapapun yang ada. Menikmati guyuran air yang membasahi tiap helai rambut panjangmu. Membiarkan air menetesi wajah beningmu.
Aku berjalan menghampirimu, berdiri di sampingmu.
Kau membuka matamu yang sedari tadi terpejam, mungkin kau menyadari ada yang berada di dekatmu. Seulas senyum lelah tersungging di bibirmu yang mulai membiru. Binar hitam matamu yang mulai meredup menatap seperti biasa, tanpa emosi di dalamnya. Kau bergumam lirih, “Kau datang?”
Aku hanya duduk di sampingmu tanpa menjawab pertanyaanmu.
“Aku ingin menikmati hujan.”
Aku terdiam mendengar ucapanmu. Selalu kalimat itu yang kau lontarkan padaku jika hujan turun.
Hening terasa mencekam. Hanya suara hujan dan gemuruh petir yang sedikit mengisi diam di antara kita.
“Aku selalu berharap hujan dapat menghapus semua ingatanku seperti hujan menghilangkan debu yang menempel.” Kau berkata dengan suara lirihmu yang terdengar jauh. “Tapi tetap saja ada yang kosong di sini.” Kau menepuk dadamu dua kali.
Aku tak menimpali ucapanmu. Aku tahu kau tak butuh pendapat siapapun. Kau hanya butuh diamku.
“Dia tak datang hari ini. Katanya dia akan kembali kepadaku saat hujan tiba. Ia berjanji akan menemuiku di sini.” Kau mendongak menatap langit, menghadiahkan satu senyum getir. “Ia pasti datang. Mungkin saja payung dan mantelnya hilang. Mungkin saja ban sepedanya bocor, jadi dia sedikit terlambat menemuiku.”
Setitik air mata jatuh bergulir di pipimu, berbaur dengan air hujan. Kau terisak pelan. “Ia pasti datang. Aku percaya itu.”
Kurutuki diriku yang hanya bisa diam memandangmu dengan tangis tanpa suara yang terasa menyakitkan. Kuangkat sebelah tanganku untuk menepuk bahumu, sekadar untuk menenangkan tangismu. Sebuah sengatan mengejutkanku. Cahaya putih yang berpendar mengingatkanku akan hanl yang hampir terlupa. Aku tidak bisa menyentuhmu.
“Aku merindukannya.” Isakanmu terdengar semakin keras. Tubuhmu bergetar hebat menahan sakit yang selama ini disimpan dalam diam.
Pandanganku mulai mengabur akibat air mata yang memenuhi kelopak mataku. Melihatmu menangis seperti ini membuatku frustasi karena aku tidak bisa berada di sisimu untuk membagi rasa sakitmu. Aku yang tidak berguna.
Kau mengangkat kepalamu, mencoba menghentikan tangis yang menyesakkan. Kau berujar lirih, “Aku percaya kau pasti akan kembali.” Kau menatap kursi di sampingmu yang kosong dan basah karena hujan.
Sampai kapanpun orang yang kauharapkan datang tidak akan pernah menemuimu. Karena orang itu bahkan tidak dapat menyentuhmu.
Aku.

251212

Kamis, 22 November 2012

A Little About SMANSA


Hai semuanya! Setelah lumayan lama nggak blogging, saya ingin membagi sedikit tulisan saya yang sebenarnya tujuan utamanya adalah melengkapi nilai TIK saya.
Tulisan saya kali ini adalah mengenai salah satu tempat yang turut memberikan warna dalam kehidupan saya. Bangunan tua yang menjadi tujuan saya berangkat pagi-pagi buta setidaknya enam hari dalam seminggu. Bersama teman-teman, saya belajar tentang kehidupan pada wajah-wajah sabar yang setia mengajarkan kami berbagai hal. Di sini, di tempat ini.
SMA Negeri 1 Kebumen
Sekolah saya terletak di jantung kota Kebumen, tepatnya di Jalan Mayjen Sutoyo No 7. SMANSA merupakan SMA tertua di Kebumen, didirikan pada tanggal 1 Agustus, 53 tahun silam. Saat ini SMANSA yang berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, merupakan sekolah terfavorit di Kebumen. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya prestasi yang diraih oleh siswa-siswi dan gurunya baik akademik maupun non akademik.
Salah satu tempat favorit saya selain perpustakaan—in fact, kalau lagi rajin—adalah balkon XI IPA 2 yang notebene merupakan kelas saya. XI IPA 2 terletak di lantai dua yang langsung menghadap ke lapangan dan jalan raya—karena SMANSA sedang dalam pembangunan, jalan raya terlihat jelas karena bangunan yang di depan dirobohkan. Jika sedang bebas dari ulangan dan tugas, kami, penghuni XI IPA 2 sering mengobrol di balkon sembari memperhatikan aktivitas siswa-siswi yang lain dari atas.

SMANSA juga memiliki banyak kegiatan yang cukup menyenangkan, seperti fieldtrip. Fieldtrip adalah kunjungan ke salah satu universitas untuk menambah wawasan mengenai fakultas yang dipilih. Kita juga bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi mahasiswa dan apa saja yang dipelajari. Fieldtrip ini dilaksanakan saat kelas X.
Angkatan saya melaksanakan fieldtrip di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, bulan Februari yang lalu. Ada tiga pilihan fakultas yang akan kita kunjungi yaitu Fakultas Ekonomi, Kedokteran, dan Teknik. Saya memilih Fakultas Kedokteran dan terus-terusan bergidik ngeri karena harus berkenalan dengan Mr. dan Mrs. Cadaver.

Setelah beberapa jam mencicipi rasanya menjadi mahasiswa, kami menghabiskan waktu dengan berwisata sejarah di Candi Prambanan dan shopping di Malioboro. Tentunya setelah itu kami diwajibkan mempresentasikan hasil fieldtrip sesuai dengan fakultas yang kami pilih.

Pembelajaran di luar seperti fieldtrip ini benar-benar sangat bermanfaat karena siswa bisa mendapatkan pengetahuan yang belum didapatkan di sekolah tanpa rasa jenuh dengan pembelajaran yang itu-itu saja. Selain itu siswa juga bisa mengetahui kehidupan kampus dan apa saja yang akan dipelajari sesuai dengan jurusan yang dipilih.
Cukup sekian dulu ya, postingan mengenai sekolah saya. Semoga bermanfaat.

“School is a place to share our knowledge and problems. Believe, together we will use it to be the winner of our life.”

Jumat, 16 November 2012

Tips Menghilangkan Stres


Stres pasti pernah dirasakan oleh setiap manusia. Meskipun stres lebih sering dialami oleh orang dengan kepribadian introver ataupun si perfeksionis dan juga perempuan, tidak menutup kemungkinan bagi orang lain mengalami hal yang sama. Itu adalah hal yang sangat wajar. Tapi, rasanya itu lho yang bikin bete, gondok, males, pokoknya serba salah, deh. Apalagi kalau stres yang dialami oleh kita turut mempengaruhi ritme hidup kita, dijamin deh pasti banyak pekerjaan yang kacau balau.

Nah, tidak mau kan mengalami hal seperti itu? Saya ada beberapa tips untuk menghilangkan stres ala saya. Here it is...
1.   Curhat
Ini adalah cara yang paling umum dilakukan. Kita saat sedang mengalami masalah pasti membutuhkan pendengar. Jika anda hanya menginginkan pendengar tanpa perlu solusi, anda bisa curhat pada jurnal pribadi anda. Tapi, ada satu poin penting yang harus anda lakukan ketika memilih opsi ini, yaitu jangan baca ulang tulisan anda pada suatu saat nanti. Ini akan membuat anda kembali merasakan sakit hati. Anda bisa mencoba menuliskannya pada kertas kemudian dibuang, biasanya hati kita akan merasa lebih lega.



Opsi yang kedua adalah curhat dengan teman kita. Selain mendapat pendengar yang baik, kita juga bisa meminta solusi mengenai apa yang membuat kita stres. Tapi, kita juga harus selektif memilih tempat curhat, jangan sembarangan memilih teman curhat. Alih-alih mengurangi stres, malah bisa jadi stres kita bertambah karena dia berkoar-koar tentang masalah kita. Nggak banget, kan?

2.   Positive Thinking
Cobalah anda berpikiran positif mengenai masalah anda. Pasti di balik masalah anda pasti terdapat sebuah alasan. Nah, anda harus berpikiran positif mengenai alasan tersebut. Singkirkan segala prasangka negatif yang justru akan semakin membuat anda stres. Jika anda mengawali hari dengan berpikiran postif, percayalah hari anda akan menjadi lebih indah.

3.   Selesaikan Sumber Stres
Segala usaha anda akan menjadi sia-sia jika masalah itu masih tetap membayangi kita. Jika kita tidak memiliki keberanian untuk mengatasi sumber stres kita, mungkin saja kita akan mengalami stres dikarenakan oleh hal yang sama. Jadi, kita harus paksa diri kita untuk menghadapi masalah yang membuat kita stres

Sekian tips dari saya. Semoga dapat membantu menghilangkan stres.
“So, wake up and smile to the world!”
Picture sources : www.google.com and others