Kamis, 22 November 2012

A Little About SMANSA


Hai semuanya! Setelah lumayan lama nggak blogging, saya ingin membagi sedikit tulisan saya yang sebenarnya tujuan utamanya adalah melengkapi nilai TIK saya.
Tulisan saya kali ini adalah mengenai salah satu tempat yang turut memberikan warna dalam kehidupan saya. Bangunan tua yang menjadi tujuan saya berangkat pagi-pagi buta setidaknya enam hari dalam seminggu. Bersama teman-teman, saya belajar tentang kehidupan pada wajah-wajah sabar yang setia mengajarkan kami berbagai hal. Di sini, di tempat ini.
SMA Negeri 1 Kebumen
Sekolah saya terletak di jantung kota Kebumen, tepatnya di Jalan Mayjen Sutoyo No 7. SMANSA merupakan SMA tertua di Kebumen, didirikan pada tanggal 1 Agustus, 53 tahun silam. Saat ini SMANSA yang berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, merupakan sekolah terfavorit di Kebumen. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya prestasi yang diraih oleh siswa-siswi dan gurunya baik akademik maupun non akademik.
Salah satu tempat favorit saya selain perpustakaan—in fact, kalau lagi rajin—adalah balkon XI IPA 2 yang notebene merupakan kelas saya. XI IPA 2 terletak di lantai dua yang langsung menghadap ke lapangan dan jalan raya—karena SMANSA sedang dalam pembangunan, jalan raya terlihat jelas karena bangunan yang di depan dirobohkan. Jika sedang bebas dari ulangan dan tugas, kami, penghuni XI IPA 2 sering mengobrol di balkon sembari memperhatikan aktivitas siswa-siswi yang lain dari atas.

SMANSA juga memiliki banyak kegiatan yang cukup menyenangkan, seperti fieldtrip. Fieldtrip adalah kunjungan ke salah satu universitas untuk menambah wawasan mengenai fakultas yang dipilih. Kita juga bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi mahasiswa dan apa saja yang dipelajari. Fieldtrip ini dilaksanakan saat kelas X.
Angkatan saya melaksanakan fieldtrip di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, bulan Februari yang lalu. Ada tiga pilihan fakultas yang akan kita kunjungi yaitu Fakultas Ekonomi, Kedokteran, dan Teknik. Saya memilih Fakultas Kedokteran dan terus-terusan bergidik ngeri karena harus berkenalan dengan Mr. dan Mrs. Cadaver.

Setelah beberapa jam mencicipi rasanya menjadi mahasiswa, kami menghabiskan waktu dengan berwisata sejarah di Candi Prambanan dan shopping di Malioboro. Tentunya setelah itu kami diwajibkan mempresentasikan hasil fieldtrip sesuai dengan fakultas yang kami pilih.

Pembelajaran di luar seperti fieldtrip ini benar-benar sangat bermanfaat karena siswa bisa mendapatkan pengetahuan yang belum didapatkan di sekolah tanpa rasa jenuh dengan pembelajaran yang itu-itu saja. Selain itu siswa juga bisa mengetahui kehidupan kampus dan apa saja yang akan dipelajari sesuai dengan jurusan yang dipilih.
Cukup sekian dulu ya, postingan mengenai sekolah saya. Semoga bermanfaat.

“School is a place to share our knowledge and problems. Believe, together we will use it to be the winner of our life.”

Jumat, 16 November 2012

Tips Menghilangkan Stres


Stres pasti pernah dirasakan oleh setiap manusia. Meskipun stres lebih sering dialami oleh orang dengan kepribadian introver ataupun si perfeksionis dan juga perempuan, tidak menutup kemungkinan bagi orang lain mengalami hal yang sama. Itu adalah hal yang sangat wajar. Tapi, rasanya itu lho yang bikin bete, gondok, males, pokoknya serba salah, deh. Apalagi kalau stres yang dialami oleh kita turut mempengaruhi ritme hidup kita, dijamin deh pasti banyak pekerjaan yang kacau balau.

Nah, tidak mau kan mengalami hal seperti itu? Saya ada beberapa tips untuk menghilangkan stres ala saya. Here it is...
1.   Curhat
Ini adalah cara yang paling umum dilakukan. Kita saat sedang mengalami masalah pasti membutuhkan pendengar. Jika anda hanya menginginkan pendengar tanpa perlu solusi, anda bisa curhat pada jurnal pribadi anda. Tapi, ada satu poin penting yang harus anda lakukan ketika memilih opsi ini, yaitu jangan baca ulang tulisan anda pada suatu saat nanti. Ini akan membuat anda kembali merasakan sakit hati. Anda bisa mencoba menuliskannya pada kertas kemudian dibuang, biasanya hati kita akan merasa lebih lega.



Opsi yang kedua adalah curhat dengan teman kita. Selain mendapat pendengar yang baik, kita juga bisa meminta solusi mengenai apa yang membuat kita stres. Tapi, kita juga harus selektif memilih tempat curhat, jangan sembarangan memilih teman curhat. Alih-alih mengurangi stres, malah bisa jadi stres kita bertambah karena dia berkoar-koar tentang masalah kita. Nggak banget, kan?

2.   Positive Thinking
Cobalah anda berpikiran positif mengenai masalah anda. Pasti di balik masalah anda pasti terdapat sebuah alasan. Nah, anda harus berpikiran positif mengenai alasan tersebut. Singkirkan segala prasangka negatif yang justru akan semakin membuat anda stres. Jika anda mengawali hari dengan berpikiran postif, percayalah hari anda akan menjadi lebih indah.

3.   Selesaikan Sumber Stres
Segala usaha anda akan menjadi sia-sia jika masalah itu masih tetap membayangi kita. Jika kita tidak memiliki keberanian untuk mengatasi sumber stres kita, mungkin saja kita akan mengalami stres dikarenakan oleh hal yang sama. Jadi, kita harus paksa diri kita untuk menghadapi masalah yang membuat kita stres

Sekian tips dari saya. Semoga dapat membantu menghilangkan stres.
“So, wake up and smile to the world!”
Picture sources : www.google.com and others

Minggu, 11 November 2012

Menanti Janji Sahabat


Resensi Novel Himitsu: Rahasia Kado 17 Tahun

Judul : Himitsu: Rahasia Kado 17 Tahun
Pengarang : Achi TM
Penerbit : Qultum Media
Tahun terbit : 2007
Tebal buku : viii+288 halaman

kutunggu janjimu di usia 17 tahun kita
ada rahasia di sana
selebihnya…
tak ada yang berubah dari persahabatan kita
Winda dan Tya adalah sepasang sahabat yang tidak terpisahkan. Berbagai kesamaan mereka miliki tanpa pernah disengaja. Lahir pada tanggal, bulan, dan tahun yang sama bahkan hingga rumah sakit yang sama membuat mereka seperti pasangan soulmate. Setiap ulang tahun, mereka pasti bertukar kado. Kenyataan bahwa Papa dan Mama Tya bercerai harus membuat mereka terpisah jarak. Winda di Tangerang dan Tya di Jawa Timur. Sebelum berpisah mereka membuat sebuah rahasia untuk mengubur hadiah sweet seventeen mereka di bawah pohon mangga SD mereka. Setelah tujuh tahun terpisah, mereka bertemu dengan style yang berbeda satu sama lain. Akankah mereka saling menepati janji? Adakah yang berubah dalam diri mereka? Bagaimana kisah dua orang sahabat ini dalam membangun kembali persahabatan mereka? Temukan kisah manisnya dalam lembar demi lembar buku ini.
XXX
Ditinggalkan sahabat yang selalu bersama sedari kecil, sangat menyedihkan. Hal itulah yang dirasakan Winda sepeninggal Tya ke Jawa Timur. Setiap ulang tahunnya—ulang tahun mereka—ia merasa ada yang kurang tanpa kehadiran Tya. Segalanya tidak akan seperti ini jika saat itu ia tidak merobek surat terakhir dari Tya yang berisi alamat barunya. Saat itu, ia masih sangat marah dengan sahabatnya itu karena Kowin—boneka kodok Winda—kesayangannya dicuri Tya sebagai hadiah ulang tahun mereka yang ke sepuluh. Maka, terputuslah jalan komunikasi di antara keduanya.
Tujuh tahun telah berlalu, Winda kini telah berubah menjadi gadis alim yang langganan juara kelas di sekolahnya. Kutubuku berkacamata ini telah memakai jilbab. Secara fisik ia tergolong biasa-biasa saja dan juga ia masih cengeng seperti dulu. Karena pendiam, ia tak banyak memiliki teman. Hanya Ludi, teman sebangkunya dan Seto, temannya semenjak SMP sekaligus cinta pertamanya, yang saat ini cukup dekat dengan Winda. Tidak ada yang dekat dengannya seperti Tya.
Suatu hari, sekolahnya dikejutkan oleh kehadiran siswi baru yang cantik. Karena kecantikannya, si murid baru langsung masuk ke jajaran siswi populer. Ia langsung dipuja oleh sebagian besar murid laki-laki, tak terkecuali Seto. Tentu saja hal ini membuat Winda sakit hati. Dan siswi baru itu adalah Tya, sahabat Winda yang sudah lama terpisah.
Meskipun awalnya tidak mengenali Winda, namun akhirnya mereka bisa akrab lagi seperti dulu. Alasan Tya kembali ke Tangerang dikarenakan kematian mamanya dan sang papa memintanya untuk kembali. Ia kemudian lebih memilih tinggal di kompleks lamanya dibanding tinggal dengan keluarga baru papanya.
Bergaul dengan Tya, membuat Winda berubah mengikuti Tya, karena Tya juga sudah jauh berbeda, tidak seperti dulu. Ia terkenal sebagai cewek playgirl, bahkan dia juga sempat berpacaran dengan Seto, meskipun dia tahu perasaan Winda kepada cowok itu. Winda yang marah karena merasa dikhianati dan Tya yang dengan entengnya berkencan dengan Seto, menyebabkan pertengkaran mereka.
Masa lalu yang coba ditutupi oleh Tya perlahan mulai terkuak. Pertengkaran demi pertengkaran mulai merenggangkan persahabatan mereka. Namun, janji kado 17 tahun membuat Winda tidak bisa membiarkan Tya kembali seperti pada masa lalunya dan berkubang dalam kenyataan pahit mengenai keluarganya. Janji Tya yang akan membongkar pos jam sekolah di SD mereka untuk mengambil hadiahnya yang tertanam di sana selalu terngiang dalam benak Winda. Rahasia apa yang terdapat dalam kado itu hingga Tya berkali-kali berusaha mengambilnya? Lalu bisakah persahabatan mereka kembali seperti dulu?
Seperti biasa, Achi TM dengan gaya penulisannya yang khas, membuat buku ini sangat cocok dihadiahkan kepada sahabat kita. Dengan humor-humor yang diselipkan maupun tangisan dari sang tokoh membuat kita tak akan bosan membacanya. Meskipun “rahasia kado” dari Tya yang dimaksud hanya berakhir seperti itu, secara keseluruhan buku ini sangat layak dibaca bersama sahabat.
Novel ini mengingatkan kita mengenai arti seorang sahabat. Sahabat yang baik pasti akan mampu membimbing kita menuju jalan yang lebih baik. Ia akan ada ketika kita bersorak gembira dan terpuruk dalam tangis.
“Sahabat itu, meskipun terkadang ia mengacuhkan kita, tapi sebenarnya dia melindungi kita dengan sikap tidak pedulinya. Ia sebenarnya sangat peduli kepada kita meski dengan caranya sendiri yang kadang tidak bisa kita pahami.”

Jumat, 09 November 2012

Waspadai Dampak Menghirup Lem AICA Aibon!


Lem AICA Aibon atau yang sering disingkat menjadi Lem Aibon saja, merupakan sejenis lem kayu yang lazim digunakan oleh orang-orang. Akan tetapi tahukah Anda, bahaya dari lem tersebut? Menurut penelitian ternyata Lem Aibon mengandung Lysergic Acid Diethylamide (LSD), zat tersebut adalah halusinogen yang paling terkenal. LSD biasanya terkandung pada produk lem perekat, bahan-bahan yang mudah menguap dan tidak berwarna. Umumnya bentuk LSD adalah kertas pengisap yang dipakai dengan cara ditelan.

LSD menimbulkan efek halusinasi yang bersifat mengubah perasaan, pikiran dan seringkali menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga seluruh perasaan dapat terganggu. Seperti yang dikemukakan oleh Dr. Esti, konselor Yayasan ASA Bangsa, LSD juga dapat menyebabkan kematian mendadak. Hal ini dikarenakan kram otot pernafasan yang ditimbulkan akibat mengisapnya. Selain itu, penggunaan LSD dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan rusaknya otot.
Mirisnya, sekarang ini para pelaku yang kebanyakan adalah remaja, sudah tidak malu-malu lagi mengisap Lem Aibon di muka umum. Bisa Anda lihat terutama di kota-kota besar, seperti di kolong jembatan, banyak anak-anak dan remaja yang sedang asyik ‘ngelem’, istilah kerennya. Mereka sudah tidak peduli dengan pandangan orang lain, karena saat itu mereka sedang fly, sibuk berhalusinasi tentang apapun. Bahkan mereka lebih memilih untuk tidak makan daripada tidak ‘ngelem’. Bisa dibayangkan, kan, sudah sekuat apa mereka kecanduan?

Sayangnya, perhatian masyarakat maupun pemerintah mengenai fenomena ini masih nol. Padahal dampak mengisap Lem Aibon juga sangat besar. Apalagi, lem yang dijual bebas di pasaran dan dipasok dengan harga relatif murah, semakin memudahkan siapapun untuk membelinya, tak terkecuali anak-anak dan remaja

Source: www.google.com and other