Resensi Novel
Himitsu: Rahasia Kado 17 Tahun
Judul : Himitsu: Rahasia
Kado 17 Tahun
Pengarang : Achi TM
Penerbit : Qultum Media
Tahun terbit : 2007
Tebal buku : viii+288 halaman
kutunggu janjimu di
usia 17 tahun kita
ada rahasia di sana
selebihnya…
tak ada yang berubah
dari persahabatan kita
Winda dan Tya adalah
sepasang sahabat yang tidak terpisahkan. Berbagai kesamaan mereka miliki tanpa
pernah disengaja. Lahir pada tanggal, bulan, dan tahun yang sama bahkan hingga
rumah sakit yang sama membuat mereka seperti pasangan soulmate. Setiap ulang tahun, mereka pasti bertukar
kado. Kenyataan bahwa Papa dan Mama Tya bercerai harus membuat mereka terpisah
jarak. Winda di Tangerang dan Tya di Jawa Timur. Sebelum berpisah mereka
membuat sebuah rahasia untuk mengubur hadiah sweet seventeen mereka di bawah pohon mangga SD mereka. Setelah
tujuh tahun terpisah, mereka bertemu dengan style yang berbeda satu sama lain. Akankah mereka saling menepati janji? Adakah
yang berubah dalam diri mereka? Bagaimana kisah dua orang sahabat ini dalam
membangun kembali persahabatan mereka? Temukan kisah manisnya dalam lembar demi
lembar buku ini.
XXX
Ditinggalkan sahabat yang selalu
bersama sedari kecil, sangat menyedihkan. Hal itulah yang dirasakan Winda
sepeninggal Tya ke Jawa Timur. Setiap ulang tahunnya—ulang tahun mereka—ia merasa
ada yang kurang tanpa kehadiran Tya. Segalanya tidak akan seperti ini jika saat
itu ia tidak merobek surat terakhir dari Tya yang berisi alamat barunya. Saat
itu, ia masih sangat marah dengan sahabatnya itu karena Kowin—boneka kodok
Winda—kesayangannya dicuri Tya sebagai hadiah ulang tahun mereka yang ke
sepuluh. Maka, terputuslah jalan komunikasi di antara keduanya.
Tujuh tahun telah berlalu, Winda
kini telah berubah menjadi gadis alim yang langganan juara kelas di sekolahnya.
Kutubuku berkacamata ini telah memakai jilbab. Secara fisik ia tergolong
biasa-biasa saja dan juga ia masih cengeng seperti dulu. Karena pendiam, ia tak
banyak memiliki teman. Hanya Ludi, teman sebangkunya dan Seto, temannya semenjak
SMP sekaligus cinta pertamanya, yang saat ini cukup dekat dengan Winda. Tidak ada
yang dekat dengannya seperti Tya.
Suatu hari, sekolahnya
dikejutkan oleh kehadiran siswi baru yang cantik. Karena kecantikannya, si
murid baru langsung masuk ke jajaran siswi populer. Ia langsung dipuja oleh
sebagian besar murid laki-laki, tak terkecuali Seto. Tentu saja hal ini membuat
Winda sakit hati. Dan siswi baru itu adalah Tya, sahabat Winda yang sudah lama
terpisah.
Meskipun awalnya tidak mengenali
Winda, namun akhirnya mereka bisa akrab lagi seperti dulu. Alasan Tya kembali
ke Tangerang dikarenakan kematian mamanya dan sang papa memintanya untuk
kembali. Ia kemudian lebih memilih tinggal di kompleks lamanya dibanding tinggal
dengan keluarga baru papanya.
Bergaul dengan Tya, membuat Winda
berubah mengikuti Tya, karena Tya juga sudah jauh berbeda, tidak seperti dulu. Ia
terkenal sebagai cewek playgirl,
bahkan dia juga sempat berpacaran dengan Seto, meskipun dia tahu perasaan Winda
kepada cowok itu. Winda yang marah karena merasa dikhianati dan Tya yang dengan
entengnya berkencan dengan Seto, menyebabkan pertengkaran mereka.
Masa lalu yang coba ditutupi
oleh Tya perlahan mulai terkuak. Pertengkaran demi pertengkaran mulai
merenggangkan persahabatan mereka. Namun, janji kado 17 tahun membuat Winda
tidak bisa membiarkan Tya kembali seperti pada masa lalunya dan berkubang dalam
kenyataan pahit mengenai keluarganya. Janji Tya yang akan membongkar pos jam
sekolah di SD mereka untuk mengambil hadiahnya yang tertanam di sana selalu
terngiang dalam benak Winda. Rahasia apa yang terdapat dalam kado itu hingga
Tya berkali-kali berusaha mengambilnya? Lalu bisakah persahabatan mereka
kembali seperti dulu?
Seperti biasa, Achi TM dengan
gaya penulisannya yang khas, membuat buku ini sangat cocok dihadiahkan kepada
sahabat kita. Dengan humor-humor yang diselipkan maupun tangisan dari sang
tokoh membuat kita tak akan bosan membacanya. Meskipun “rahasia kado” dari Tya
yang dimaksud hanya berakhir seperti itu, secara keseluruhan buku ini sangat
layak dibaca bersama sahabat.
Novel ini mengingatkan kita
mengenai arti seorang sahabat. Sahabat yang baik pasti akan mampu membimbing
kita menuju jalan yang lebih baik. Ia akan ada ketika kita bersorak gembira dan
terpuruk dalam tangis.
“Sahabat itu,
meskipun terkadang ia mengacuhkan kita, tapi sebenarnya dia melindungi kita
dengan sikap tidak pedulinya. Ia sebenarnya sangat peduli kepada kita meski
dengan caranya sendiri yang kadang tidak bisa kita pahami.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar