Minggu, 11 November 2012

Menanti Janji Sahabat


Resensi Novel Himitsu: Rahasia Kado 17 Tahun

Judul : Himitsu: Rahasia Kado 17 Tahun
Pengarang : Achi TM
Penerbit : Qultum Media
Tahun terbit : 2007
Tebal buku : viii+288 halaman

kutunggu janjimu di usia 17 tahun kita
ada rahasia di sana
selebihnya…
tak ada yang berubah dari persahabatan kita
Winda dan Tya adalah sepasang sahabat yang tidak terpisahkan. Berbagai kesamaan mereka miliki tanpa pernah disengaja. Lahir pada tanggal, bulan, dan tahun yang sama bahkan hingga rumah sakit yang sama membuat mereka seperti pasangan soulmate. Setiap ulang tahun, mereka pasti bertukar kado. Kenyataan bahwa Papa dan Mama Tya bercerai harus membuat mereka terpisah jarak. Winda di Tangerang dan Tya di Jawa Timur. Sebelum berpisah mereka membuat sebuah rahasia untuk mengubur hadiah sweet seventeen mereka di bawah pohon mangga SD mereka. Setelah tujuh tahun terpisah, mereka bertemu dengan style yang berbeda satu sama lain. Akankah mereka saling menepati janji? Adakah yang berubah dalam diri mereka? Bagaimana kisah dua orang sahabat ini dalam membangun kembali persahabatan mereka? Temukan kisah manisnya dalam lembar demi lembar buku ini.
XXX
Ditinggalkan sahabat yang selalu bersama sedari kecil, sangat menyedihkan. Hal itulah yang dirasakan Winda sepeninggal Tya ke Jawa Timur. Setiap ulang tahunnya—ulang tahun mereka—ia merasa ada yang kurang tanpa kehadiran Tya. Segalanya tidak akan seperti ini jika saat itu ia tidak merobek surat terakhir dari Tya yang berisi alamat barunya. Saat itu, ia masih sangat marah dengan sahabatnya itu karena Kowin—boneka kodok Winda—kesayangannya dicuri Tya sebagai hadiah ulang tahun mereka yang ke sepuluh. Maka, terputuslah jalan komunikasi di antara keduanya.
Tujuh tahun telah berlalu, Winda kini telah berubah menjadi gadis alim yang langganan juara kelas di sekolahnya. Kutubuku berkacamata ini telah memakai jilbab. Secara fisik ia tergolong biasa-biasa saja dan juga ia masih cengeng seperti dulu. Karena pendiam, ia tak banyak memiliki teman. Hanya Ludi, teman sebangkunya dan Seto, temannya semenjak SMP sekaligus cinta pertamanya, yang saat ini cukup dekat dengan Winda. Tidak ada yang dekat dengannya seperti Tya.
Suatu hari, sekolahnya dikejutkan oleh kehadiran siswi baru yang cantik. Karena kecantikannya, si murid baru langsung masuk ke jajaran siswi populer. Ia langsung dipuja oleh sebagian besar murid laki-laki, tak terkecuali Seto. Tentu saja hal ini membuat Winda sakit hati. Dan siswi baru itu adalah Tya, sahabat Winda yang sudah lama terpisah.
Meskipun awalnya tidak mengenali Winda, namun akhirnya mereka bisa akrab lagi seperti dulu. Alasan Tya kembali ke Tangerang dikarenakan kematian mamanya dan sang papa memintanya untuk kembali. Ia kemudian lebih memilih tinggal di kompleks lamanya dibanding tinggal dengan keluarga baru papanya.
Bergaul dengan Tya, membuat Winda berubah mengikuti Tya, karena Tya juga sudah jauh berbeda, tidak seperti dulu. Ia terkenal sebagai cewek playgirl, bahkan dia juga sempat berpacaran dengan Seto, meskipun dia tahu perasaan Winda kepada cowok itu. Winda yang marah karena merasa dikhianati dan Tya yang dengan entengnya berkencan dengan Seto, menyebabkan pertengkaran mereka.
Masa lalu yang coba ditutupi oleh Tya perlahan mulai terkuak. Pertengkaran demi pertengkaran mulai merenggangkan persahabatan mereka. Namun, janji kado 17 tahun membuat Winda tidak bisa membiarkan Tya kembali seperti pada masa lalunya dan berkubang dalam kenyataan pahit mengenai keluarganya. Janji Tya yang akan membongkar pos jam sekolah di SD mereka untuk mengambil hadiahnya yang tertanam di sana selalu terngiang dalam benak Winda. Rahasia apa yang terdapat dalam kado itu hingga Tya berkali-kali berusaha mengambilnya? Lalu bisakah persahabatan mereka kembali seperti dulu?
Seperti biasa, Achi TM dengan gaya penulisannya yang khas, membuat buku ini sangat cocok dihadiahkan kepada sahabat kita. Dengan humor-humor yang diselipkan maupun tangisan dari sang tokoh membuat kita tak akan bosan membacanya. Meskipun “rahasia kado” dari Tya yang dimaksud hanya berakhir seperti itu, secara keseluruhan buku ini sangat layak dibaca bersama sahabat.
Novel ini mengingatkan kita mengenai arti seorang sahabat. Sahabat yang baik pasti akan mampu membimbing kita menuju jalan yang lebih baik. Ia akan ada ketika kita bersorak gembira dan terpuruk dalam tangis.
“Sahabat itu, meskipun terkadang ia mengacuhkan kita, tapi sebenarnya dia melindungi kita dengan sikap tidak pedulinya. Ia sebenarnya sangat peduli kepada kita meski dengan caranya sendiri yang kadang tidak bisa kita pahami.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar