Resensi Novel Goodbye
Happiness
Judul : Goodbye Happiness
Pengarang : Arini Putri
Penerbit : Gagas Media
Tahun terbit : 2012
Tebal buku : viii+312 halaman
Rate : 8/10
Kau dan aku tidak
ditakdirkan untuk berada dalam satu kisah yang indah. Percaya atau tidak,
begitulah kenyataannya. Jangan menyangkalnya, karena akan sia-sia. Sama seperti
berjalan di atas pecahan kaca, setiap langkah kita sesungguhnya hanya akan
menuai luka.
Kau dan aku seperti
tengan mencoba untuk membirukan senja yang selalu merah. Kita sama-sama
berusaha, tetapi tidak bisa mengubah apa-apa. Senja tetap berwarna merah dan
hatiku masih saja berkata tidak. Maka, berhenti dan renungkanlah ini semua
sejenak. Tidak ada gunanya memaksa. Ini hanya akan membuatmu tersiksa dan aku
menderita.
Lantas, kenapa kita tidak
menyerah saja? Bukankah sejak awal semuanya sudah jelas? Akhir bahagia itu
bukan milik kita.
XXX
Jujur saja, yang membuat
saya memutuskan untuk membeli novel ini awalnya adalah review singkat di
covernya. Selain itu judulnya yang saya duga akan membuat saya menangis darah,
karena saya adalah penikmat tragedi jadi langsung saya ambil tanpa
mempertimbangkan yang lain. Dan ceritanya menarik.
Dibuka dari bab pertama, bercerita mengenai berita pembatalan
rencana pernikahan Kristal Key dengan idol
Park Seung-Ho. Setelah sekian lama bersembunyi dari antifans dan media massa,
Krystal akhirnya melakukan konferensi pers mengenai alasannya membatalkan
rencana pernikahan. Kisah bermula beberapa tahun yang lalu…
Bercerita dengan pertemuan pertama Krystal dengan
Skandar di aula saat audisi ekskul teater. Ia baru menyadari bahwa Skandar
memiliki senyum penghipnotis, dan rasa sayangpun mulai timbul dalam hatinya.
Secara perlahan, ia membiarkan Skandar masuk semakin jauh dalam hidupnya.
Skandar bercerita kepada Krystal bahwa Peter Pan itu
jahat karena mengikat Tinkerbell yang menyukainya, sementara ia bisa dengan
bebas memilih Wendy. Sejak saat itulah, Krystal menganggap mereka berdua adalah
Peter Pan dan Tinkerbell. Pertemanan mereka berjalan mulus, hingga suatu saat
rumah Skandar kebakaran dan atas permintaan Krystal, iapun tinggal di rumah
gadis itu.
Saat kelulusan, ternyata Krystal mendapat kesempatan
memperdalam ilmunya mengenai dunia perfilman di negeri Ginseng, Korea Selatan.
Malang bagi Skandar yang harus mengubur mimpinya menjadi fotografer demi masuk
ke universitas yang sama dengan Krystal.
Akhirnya, kisah berlanjut di Korea. Kini mereka sudah
menapaki hidupnya masing-masing. Krystal dengan karirnya sebagai aktris dan
Skandar dengan fotografer majalah. Pertemuan Krystal dengan seniornya di NK Entertainment, Park Seung-Ho, ternyata
semakin membuat hubungannya dengan Skandar merenggang.
Namun, Krystal tak hentinya berharap jika ia dan
Skandar akan bersama lebih dari sekedar sahabat.
Kisah Peter Pan dan Tinkerbell dituturkan secara apik
oleh Arini Putri. Kita bisa mengetahui sisi gelap dari tokoh kartun anak
sepanjang masa itu. Endingnya juga
tidak mudah ditebak, apalagi mengenai Krystal dan Skandar.
Namun, alurnya yang terkesan terlalu cepat membuat
pembaca kurang bisa menikmati setiap peristiwa. Ada beberapa peristiwa yang
sepertinya belum tuntas, tapi sudah disambung dengan kisah yang lain. Selain
itu, terkadang ada hal-hal yang kurang perlu dijelaskan secara gamblang, tetapi
malah dituturkan dengan sangat detil, sementara yang perlu diperjelas, hanya
dikisahkan secara singkat.
Ini adalah buku kedua dari Arini Putri setelah Rain Over Me yang saya baca. Dan saya
lebih menikmati novel yang ini, mungkin karena ada dongeng yang disisipkan yang
membuat novel ini jadi lebih menarik. But,
overall, novel ini cocok dihadiahkan bagi pecinta tragedi ataupun drama.
“Cinta tidak selalu menyenangkan, tidak selalu berakhir
bahagia, tapi cinta itu sendiri indah”

keren, saya juga suka novel ini :) saya juga sudah baca novel ini :)
BalasHapusaku juga suka banget sama novelnya. bikin nangis, nyesek banget :')
BalasHapus