Kamis, 11 April 2013

Kisah Tinkerbell yang Mencintai Peterpan


Resensi Novel Goodbye Happiness

Judul : Goodbye Happiness
Pengarang : Arini Putri
Penerbit : Gagas Media
Tahun terbit : 2012
Tebal buku : viii+312 halaman
Rate : 8/10
Kau dan aku tidak ditakdirkan untuk berada dalam satu kisah yang indah. Percaya atau tidak, begitulah kenyataannya. Jangan menyangkalnya, karena akan sia-sia. Sama seperti berjalan di atas pecahan kaca, setiap langkah kita sesungguhnya hanya akan menuai luka.
Kau dan aku seperti tengan mencoba untuk membirukan senja yang selalu merah. Kita sama-sama berusaha, tetapi tidak bisa mengubah apa-apa. Senja tetap berwarna merah dan hatiku masih saja berkata tidak. Maka, berhenti dan renungkanlah ini semua sejenak. Tidak ada gunanya memaksa. Ini hanya akan membuatmu tersiksa dan aku menderita.
Lantas, kenapa kita tidak menyerah saja? Bukankah sejak awal semuanya sudah jelas? Akhir bahagia itu bukan milik kita.
XXX
            Jujur saja, yang membuat saya memutuskan untuk membeli novel ini awalnya adalah review singkat di covernya. Selain itu judulnya yang saya duga akan membuat saya menangis darah, karena saya adalah penikmat tragedi jadi langsung saya ambil tanpa mempertimbangkan yang lain. Dan ceritanya menarik.
Dibuka dari bab pertama, bercerita mengenai berita pembatalan rencana pernikahan Kristal Key dengan idol Park Seung-Ho. Setelah sekian lama bersembunyi dari antifans dan media massa, Krystal akhirnya melakukan konferensi pers mengenai alasannya membatalkan rencana pernikahan. Kisah bermula beberapa tahun yang lalu…
Bercerita dengan pertemuan pertama Krystal dengan Skandar di aula saat audisi ekskul teater. Ia baru menyadari bahwa Skandar memiliki senyum penghipnotis, dan rasa sayangpun mulai timbul dalam hatinya. Secara perlahan, ia membiarkan Skandar masuk semakin jauh dalam hidupnya.
Skandar bercerita kepada Krystal bahwa Peter Pan itu jahat karena mengikat Tinkerbell yang menyukainya, sementara ia bisa dengan bebas memilih Wendy. Sejak saat itulah, Krystal menganggap mereka berdua adalah Peter Pan dan Tinkerbell. Pertemanan mereka berjalan mulus, hingga suatu saat rumah Skandar kebakaran dan atas permintaan Krystal, iapun tinggal di rumah gadis itu.
Saat kelulusan, ternyata Krystal mendapat kesempatan memperdalam ilmunya mengenai dunia perfilman di negeri Ginseng, Korea Selatan. Malang bagi Skandar yang harus mengubur mimpinya menjadi fotografer demi masuk ke universitas yang sama dengan Krystal.
Akhirnya, kisah berlanjut di Korea. Kini mereka sudah menapaki hidupnya masing-masing. Krystal dengan karirnya sebagai aktris dan Skandar dengan fotografer majalah. Pertemuan Krystal dengan seniornya di NK Entertainment, Park Seung-Ho, ternyata semakin membuat hubungannya dengan Skandar merenggang.
Namun, Krystal tak hentinya berharap jika ia dan Skandar akan bersama lebih dari sekedar sahabat.
Kisah Peter Pan dan Tinkerbell dituturkan secara apik oleh Arini Putri. Kita bisa mengetahui sisi gelap dari tokoh kartun anak sepanjang masa itu. Endingnya juga tidak mudah ditebak, apalagi mengenai Krystal dan Skandar.
Namun, alurnya yang terkesan terlalu cepat membuat pembaca kurang bisa menikmati setiap peristiwa. Ada beberapa peristiwa yang sepertinya belum tuntas, tapi sudah disambung dengan kisah yang lain. Selain itu, terkadang ada hal-hal yang kurang perlu dijelaskan secara gamblang, tetapi malah dituturkan dengan sangat detil, sementara yang perlu diperjelas, hanya dikisahkan secara singkat.
Ini adalah buku kedua dari Arini Putri setelah Rain Over Me yang saya baca. Dan saya lebih menikmati novel yang ini, mungkin karena ada dongeng yang disisipkan yang membuat novel ini jadi lebih menarik. But, overall, novel ini cocok dihadiahkan bagi pecinta tragedi ataupun drama.
“Cinta tidak selalu menyenangkan, tidak selalu berakhir bahagia, tapi cinta itu sendiri indah”

2 komentar:

  1. keren, saya juga suka novel ini :) saya juga sudah baca novel ini :)

    BalasHapus
  2. aku juga suka banget sama novelnya. bikin nangis, nyesek banget :')

    BalasHapus