Rabu, 19 September 2012

Hai!


Namaku Hasna. Aku lahir enam belas tahun silam di rumah sakit dekat rumahku pada tanggal 24 Oktober. Masa kecilku cukup menyenangkan. Aku mempunyai teman-teman untuk berbagi cerita. Sampai sekarang. Yang paling kurindukan dari masa-masa itu adalah jalan-jalan di rel kereta dekat rumahku api seusai shalat Subuh untuk melihat matahari terbit. It makes me happy!

Aku sendiri termasuk penggila novel. Dan salah satu kebiasaan anehku adalah membaca ulang novel-novel yang telah kubaca sebelumnya, bahkan hingga puluhan kali, tanpa merasa bosan. Kadang-kadang aku baru mengerti bahwa novel itu bagus setelah aku benar-benar memahaminya, bahkan hingga detilnya. Aku juga suka menulis, tapi hanya kubagikan pada diri sendiri atau dengan beberapa temanku. Di masa depan nanti, aku ingin bekerja dengan gembira, karena itu berarti aku menikmati pekerjaanku itu. Aku ingin bekerja di bidang kesehatan. Doakan saja semoga harapanku tercapai.

Keluargaku sendiri adalah hal yang membuatku selalu merasa hangat. Aku adalah anak pertama dari dua bersaudara. Bapakku yang seorang guru les Bahasa Inggris adalah seorang yang selalu siap mengantarkan aku ke manapun, walaupun hanya mengantarkanku ke jalan raya, menunggu angkot untuk ke sekolah. Beliau adalah tempatku belajar ilmu agama dan berbagi gagasan.
Ibuku adalah seorang guru Bahasa Inggris yang berdedikasi di sebuah SMK di pinggir kota. Melihat Ibu, kadang aku merasa terharu meskipun beliau sering memarahiku jika aku tidak memakan masakannya. Beliau tempatku bercerita apapun.
Hampir setiap hari aku beradu mulut dengan adikku, tentang televisi, laptop, atau apa saja. Tapi, jika sehari saja tak berebut sesuatu dengannya seperti ada yang hilang. Dia memang bandel, tapi dia tetap adikku. Adik laki-laki satu-satunya yang kumiliki.

Pendidikan formalku di mulai ketika aku berusia 5,5 tahun, aku memasuki TK Aisyiyah Bustanul Athfa Sruweng. Tak banyak yang kuingat, tapi yang selalu terbayang ketika melewati sekolah itu adalah masa bermain yang tiada habisnya. Aku kemudian melanjutkan pendidikanku di SD Negeri 2 Kutosari. Tak ada yang kusesalkan ketika aku memutuskan untuk bersekolah di sini, karena di sinilah aku merasakan masa-masa paling indah dalam hidupku. Namun, kebersamaan kami selama enam tahun harus terputus ketika kami lulus. Menyedihkan memang, tapi mau bagaimana lagi? Aku harus melangkah ke depan.
Selepas lulus sekolah dasar, masa remaja datang menghampiriku. Mau tidak mau aku harus melewatinya. Maka, aku melanjutkan sekolah di SMP Negeri 1 Kebumen. Ternyata sekolah ini tidak terlalu membosankan seperti yang kukira. Aku merasa senang bersekolah di sini, meskipun awalnya aku kurang merasa nyaman dengan sekolah ini. Lagi-lagi, kebersamaan yang singkat ini harus terhenti. Kami mulai berjalan ke tujuan yang berbeda. Sampai akhirnya aku harus mengganti seragamku dengan seragam putih abu-abu. Aku belum tahu bagaimana sekolahku ini, SMA Negeri 1 Kebumen mengenangku nanti. Yang aku tahu, aku harus terus berjalan untuk menggapai masa depan.

Sekian dariku. Salam kenal :)

1 komentar:

  1. Salam kenal ^^
    Aku bersyukur berkenalan denganmu, berkenalan dengan seorang gadis kecil yang tangguh dan periang. Hasna, terima kasih karena telah memberi warna dalam hidupku.

    BalasHapus