
Aku
sendiri termasuk penggila novel. Dan salah satu kebiasaan anehku adalah
membaca ulang novel-novel yang telah kubaca sebelumnya, bahkan hingga
puluhan kali, tanpa merasa bosan. Kadang-kadang aku baru mengerti bahwa
novel itu bagus setelah aku benar-benar memahaminya, bahkan hingga
detilnya. Aku juga suka menulis, tapi hanya kubagikan pada diri sendiri
atau dengan beberapa temanku. Di masa depan nanti, aku ingin bekerja
dengan gembira, karena itu berarti aku menikmati pekerjaanku itu. Aku
ingin bekerja di bidang kesehatan. Doakan saja semoga harapanku
tercapai.
Keluargaku
sendiri adalah hal yang membuatku selalu merasa hangat. Aku adalah anak
pertama dari dua bersaudara. Bapakku yang seorang guru les Bahasa
Inggris adalah seorang yang selalu siap mengantarkan aku ke manapun,
walaupun hanya mengantarkanku ke jalan raya, menunggu angkot untuk ke
sekolah. Beliau adalah tempatku belajar ilmu agama dan berbagi gagasan.
Ibuku
adalah seorang guru Bahasa Inggris yang berdedikasi di sebuah SMK di
pinggir kota. Melihat Ibu, kadang aku merasa terharu meskipun beliau
sering memarahiku jika aku tidak memakan masakannya. Beliau tempatku
bercerita apapun.
Hampir
setiap hari aku beradu mulut dengan adikku, tentang televisi, laptop,
atau apa saja. Tapi, jika sehari saja tak berebut sesuatu dengannya
seperti ada yang hilang. Dia memang bandel, tapi dia tetap adikku. Adik
laki-laki satu-satunya yang kumiliki.
Pendidikan
formalku di mulai ketika aku berusia 5,5 tahun, aku memasuki TK
Aisyiyah Bustanul Athfa Sruweng. Tak banyak yang kuingat, tapi yang
selalu terbayang ketika melewati sekolah itu adalah masa bermain yang
tiada habisnya. Aku kemudian melanjutkan pendidikanku di SD Negeri 2
Kutosari. Tak ada yang kusesalkan ketika aku memutuskan untuk bersekolah
di sini, karena di sinilah aku merasakan masa-masa paling indah dalam
hidupku. Namun, kebersamaan kami selama enam tahun harus terputus ketika
kami lulus. Menyedihkan memang, tapi mau bagaimana lagi? Aku harus
melangkah ke depan.
Selepas
lulus sekolah dasar, masa remaja datang menghampiriku. Mau tidak mau
aku harus melewatinya. Maka, aku melanjutkan sekolah di SMP Negeri 1
Kebumen. Ternyata sekolah ini tidak terlalu membosankan seperti yang
kukira. Aku merasa senang bersekolah di sini, meskipun awalnya aku
kurang merasa nyaman dengan sekolah ini. Lagi-lagi, kebersamaan yang
singkat ini harus terhenti. Kami mulai berjalan ke tujuan yang berbeda.
Sampai akhirnya aku harus mengganti seragamku dengan seragam putih
abu-abu. Aku belum tahu bagaimana sekolahku ini, SMA Negeri 1 Kebumen
mengenangku nanti. Yang aku tahu, aku harus terus berjalan untuk
menggapai masa depan.
Sekian dariku. Salam kenal :)


Salam kenal ^^
BalasHapusAku bersyukur berkenalan denganmu, berkenalan dengan seorang gadis kecil yang tangguh dan periang. Hasna, terima kasih karena telah memberi warna dalam hidupku.